Raup Untung Besar dengan Berternak Domba Garut – Bag 1

Sebelum masuk ke pembahasan tentang Beternak domba garut, kita akan  terlebih dahulu membahas tentang perbedaan domba dengan kambing.

Kebanyakan masyarakat masih Sering salah paham dalam membedakan antara domba dengan kambing. Nah kali ini kita akan mengulas sedikit informasi tentangnya. Pada kenyataannya kedua hewan tersebut merupakan jenis ruminania pemakan rumputan hijau dan sebagai hewwan peliharaan yang diternakkan oleh manusia untuk diambil berbagai manfaat pada keduanya. Kedua hewan ini adalah salah satu hewan ternakan yang populasinya telah tersebar disetiap negara diberbagai belahan dunia, Bila kita perhatikan ternyata secara bentuk dan ukurn antara keduanya, ternyata ada perbedaan yang cukup nampak disini. Binatang ini  cenderung memiliki bentuk tubuh yang lebih bulat ketimbang seekor kambing, yang mana sekor kambing mempunyai betuk fisik tubuh lebih ramping dari pada seekor kambing domba.

Bisnis ternak

Untuk di Indonesia sendiri Keberadaan binatang ini  telah sejak lama dan telah diternakkan oleh banyak masyarakat secara luas. Diantaranya yang paling populer di Indonesai adalah dari jenis domba garut, domba garut sendiri sebenarnya hingga saat ini lebih sering dikenal sebagai domba adu yang sering di kompetisikan pada acara-acara adu domba, kegiatan adu domba garut oleh masyarakat garut sendiri telah dilakukan sejak lama dan hal ini sudah menjadi tradisi kebudayaan masyarakat garut jawa barat di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa gambar domba jenis unggul yang banyak dijadikan sebagai usaha ternak:

Domba Priangan

 

Domba periangan atau  di sebut domba garut

Domba Merino

Jenis  Merino

Domba Asli Indonesia

Jenis ini  Asli Indonesia

Domba Suffolk

Jenis Suffolk

Domba Barbados Blackbelly

Jenis  Barbados Blackbelly

Domba Ekor Gemuk

Jenis  Ekor Gemuk

Domba Dorset

Jenis  Dorset

 

Domba Garut Tergolong Jenis Domba Atau Kambing?

Diantara perbedaan yang langsung nampak pada keduanya adalah jenis bulu kabing biasanya lebih pendek, jika dibanding dengan bulunya  yang cenderung lebih tebal dan keriting. Sehingga selain dimanfaatkan daging dan susunya, seekor domba juga sering dmanfaatkan bulunya sebagai bahan baku misalnya untuk kain wool penghangat tubuh saat musim dingin.

Kulit domba

Keberadaan ternak domba saat ini diperkirakan adalah dari hasil dometikasi yang dialkukan oleh manusia sejak yaman dahulu, yaitu dari 3 jenis domba liar yaitu Domba Urial dari Asia, Jenis Domba Mouflon dari Eropa Selatan dan Asia Kecil dan  Domba Argali dari Asia Tenggara. Pada awalnya dahulu domba liar selalu diburu oleh manusia hingga pada akhirnya ada manusia yang mulai menernakkan domba sebagai binatang peliharaan. Domba adalah sesama jenis hewan ruminansia seperti halnya sapi, kambing, kuda dan kerbau. Akan tetapi dalam sejarah, domba merupakan hewan yang lebih dahulu telah memiliki nilai jual semenjak abad 7000 Sebelum Masehi. Di indonesia sendiri keberadaan domba telah tercatat semenjak pada relief Circa pada Candi Borobudur sekitar 800 Sebelum Masehi. Makan dari itu sudah wajar bila popuilasi dari domba lebih banyak ketimbang populasi kambing, didunia. FOA atau kepanjangan dari “Data Food Agricultural Organization” di tahun 2002, terdapat populasi domba di dunia sekitar 1.034 milyar ekor. Sementara populasi kambing hanya sekitar 743 juta ekor. Dan di negra Cina-lah populasi terbesar domba dan kambing terdapat disana, peringkat setelahnya adalah negara Australia untuk domba dan Negara India untuk kambing.

Peluang besar Usaha peternakan Domba garut di Indonesai

Prosentase kebutuhan akan daging domba dan daging kambing oleh masyarakat Nasional Indonesia adalah masih jauh di bawah sub sektor usaha peternakan lainnya seperti pada peternakan sapi yang mencapai 23% dan pada peternakan unggas mencapai 56% misalnya ayam. Jika dilihat dari data permintaan dan kebutuhan akan daging kambing dan daging domba setiap tahunnya yang mencapai sekitar 5,6 juta ekor untuk memenuhi permintaan kebutuhan hewan qurban saja, Temapt usaha kuliner seperti restoran serta warung sate yang membutuhkan 2 sampai 3 ekor tiap harinya, adalah suatu peluang yang masih besar jika mengingat pertumbuhan populasi domba dan kambing di Indonesia masih jauh belum dapat memenuhi angka permintaan pasar dalam Negeri yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya. Terlebih lagi ini belum termasuk dalam hitungan akan kebutuhan pasar luar negeri seperti Malaysia dan Singapura sebagai kawasan asia tenggara, dan juga kawasan negara Timur Tengah yang pada setiap tahunnya bisa mencapai permintaan ssekitar 9,3 juta ekor domba disetiap tahunnya. Yang mana hingga saat ini negara Selandia Baru dan Negara Autralia-lah yang baru dapat memenuhi suplai domba untuk negara kawasan Timur Tengah. Hal ini sangat ironis bila mengingat negara Indonesia dengan jumlah penduduk beragama muslim terbesar di dunia yang sebenarnya adalah lebih memiliki peluang untuk itu.

Dari fakta tersebut diatas bahwa pertumbuhan petrnakan domba dan kambing di Indonesia adalah masih kecil dan belum mampu memenuhi kebutuhan akan permintaan pasar indoneia yang terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, hal ini seiring pertumbuhan perekonomian rakyat Indoneia yang teru meningkat sehuingga sangat mempengaruhi kebutuhan akan daging domba dan kambing oleh mayarakat Indonesia. Bukan suatu hal yang tidak mustahil jika suatu saat impor kambing dan domba dari luar negeri akan terjadi demi memenuhi kebutuhan kambing domba dan kambing qurban saja. Hal ini jika pada suatu saat pemenuhan kebutuhan akan kambing dan domba di pasar indonesia tidak mampu lagi  dipenuhi oleh juamlah populasi kambing dan domba di Indonesai. Sebenarnya populasi kambing dan domba di Indonesia telah menyebar rata keseluruh wilayah indonesia. Tetapi hal ini tetap saja belum dapat memenuhi kebutuhan pasar daging kambing dan domba dalam negeri, hal ini dikarenakan budidaya domba dan kambing yang dialakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia masih dalam sekala kecil bahkan sebagian besar pengeloaannya masih menggunakan cara tradisional yang hasilnya belum dapat maksimal. Sementara itu seperti negara Australia telah lebih dahulu menerapkan sistem peternakan domba dan kambing dengan menggunakan teknologi tinggi dan canggih, hal ini memungkinkan bagi mereka untuk melakukan budidaya domba dan kambing dalam sekala besar serta hasil produkssi yang maksimal. Dengan Pola peternakan modern yang di dukungan teknologi tinggi telah menjadikan Australia sebagai negara penghasil domba berkwalitas tinggi dalam skala yang besar. Hai ini bisa dilihat dari data ekspor daging domba Australia ke negara Saudi Arabia pada tahun 2006 yang mencapai 3,6 juta ekor domba, wao!!! hebat buka? lalu bagaimana dengan Negara Indonesia? Mampukah kita kedepan bersaing dengan mereka dalam hal ini? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Selagi mau berupaya saya yakin kaita bisa dan mampu, karena sebenarnya potensi alam indonesia yang kaya akan sumberpakan bagi hewan ternak seperti domba dan kambing sangat banyak tersedia, hal setelahnya adalah tinggal cara pengeloaannya.

Salah satu Jenis domba dengan kwalitas super yang bisa dijadikan sebagai hewan ternak pilihan adalah Domba garut. Karena domba ini memiliki postur tubuh yang besar dengan daging yang banyak, serta tampilan yang menarik membuat domba garut banyak diminati oleh pecinta kambing kontes. Harga Domba garut sendiri tergolong mahal, sehingga domba garut bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai hewan yang di budidayakan.

Namun ternyata karena cukup panjangnya pembahasan tentang domba garut ini, maka artikel akan dilanjutkan pada sesi selanjutnya. Untuk melanjutkan, anda dapat mengikuti link Raup Untung dengan Berternak Domba Garut – Bag 2.

 

Numpang promo juga ya ..kalo butuh sapi ,kambing atau biantang qurban silakan hubungi kami.Semoga bermanfaat

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terima Kasih atas kunjungan Anda.Ini adalah website review untuk jualan sapi atau jual sapi online ,jual kambing dan hal hal yang berhungan dengan usaha peternakan hewan
error: Content is protected !!