Domba Texel – Habitat Yang Cocok Untuk Beternak Bomba Texel

Domba Texel merupakan domba yang berasal dari Pulau Texel di negeri Belanda, yang didatangkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun sekitar 1954 dan 1955, dengan jumlaah awal kedatangan domba texel sebanyak 500an ekor. Domba texel ini memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali. Berikut ciri-ciri domba texel tersebut:

  • Memiliki bulu yang menyelimuti seluruh bagian tubuhnya, kecuali bagian perut bawah, keempat kaki dan kepalanya.
  • Bulu domba ini umumnya berwarna putih.
  • Berbulu halus dan keriting berbentuk spiral.
  • Berpostur tubuh tinggi besar dan panjang.
  • Memiliki ekor yang kecil.
  • Memilki leher yang panjang.

Inf0masinya, Domba Texel ini kini dapat ditemui di daerah dataran tinggi Dieng juga di sekitar Wonosobo serta daerah Banjarnegara. Mengingat domba texel sendiri juga berasal dari negeri Belanda yang merupakan negara beriklim dingin, sehingga didataran tinggi yang berhawa dingin seperti Dieng dan Wonosobo, domba ini dapat berkembang biak disana. Domba texel merupakan tipe domba jinak, dan ketika ada seseorang mendekati maka domba ini biasanya tidak begitu bereaksi. Bahkan ketika di sentuh sekalipun domba ini akan tetap terlihat tenang dan tetap meneruskan memakan rumput dihadapannya. Domba texel umumnya memiliki ukuran yang yang lebih besar jika dibandingkan dengan domba lokal pada umumnya, semisal domba ekor tipis.

jual domba

Domba Texel dapat berkembang dengan baik meskipun hanya dipelihara dengan cara digembalakan pada padang rumput hijau. Namun domba ini tidak akan berkembang dan tumbuh dengan baik jika dipelihara di daerah dengan iklim bersuhu panas. Dengan jumlah daging yang banyak dan bulu yang tebal, domba texel merupakan domba dwifungsi yang dapat dimanfaatkan daging dan bulunya sebagai bahan dasar benang wol. Yang mana dinegara-negara dingin atau di negara yang mempunyai 4 musim kain wol digunakan sebagai baju penghangat tubuh di musim dingin. Sebenarnya bulu yang dihasilkan oleh domba ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mengingat kain wol adalah tergolong kain dengan harga yang tidak murah.

Asal-Usul Domba Texel Di Indonesia

Pada mulanya pemerintah Indonesia mendatangkan domba texel dari negara Belanda antara tahun 1954 dan 1955. Pertama kali Pemerintah mendatangkan domba ini sebanyak 500 Ekor dan disebarkan pada  beberapa daerah du pulau jawa sepereti di provinsi Jawa Barat, di provinsi Jawa Tengah tepatnya di Baturaden serta di Tawangmangu, dan yang terakhir adalah di daerah Jawa Timur. Akan tetapi perkembangannya tidak sesuai yang diharapkan. Domba tidak dapat berkembang, bahkan keberadaannya semakin menyusut. Hingga pada Tahun 1957, akhirnya domba ini dipindahkan ke daerah Wonosobo, oleh Kepala Disnak Provinsi Jawa Tengh. Dan hasilnya di daerah Wonosobo, Domba Texel ini akhirnya dapat berkembang dengan baik, dan populasinya pun semakin bertambah banyak.

Ternyata domba texel ini cocok dibudidayakan didaerah beriklim dingin dan sejuk semisal daerah Wonosobo dan Dieng. Mungkin karena dikawasan semisal tersebut yang iklimnya alamnya hampir menyerupai habitat asli domba tersebut yaitu negara Belanda. Dan memang kenyataannya iklim yang ada di dataran tinggi Dieng dan Wonosobo memang berbeda dengan iklim yang ada di daerah lain di Jawa. Dengan suhu lebih rendah dan dingin dan dingin tentutunya, ditempat semisal itulah domba ini dapat hidup dan berkembang dengan baik. Dengan demikian itulah pada akhirnya semakin banyak warga di dataran tinggi Dieng membuat usaha peternakan domba texel, mulai ssekla kecil hingga sekala menengah.

Harga domba

Tekstur bulu yang dihasilkan oleh domba ini sebenarnya bagus dan tebal. Namun sayangnya belum ada warga yang mendapat manfaat dari hasil penjualan bulu domba texel ini. Mungkin hal ini dikarenakan belum adanya pabrik pemintalan bulu domba sebagai benang wol di Indonesia. Sehingga para peternak domba ini tidak tahu harus menjual kepada siapa, selain itu jumlah populasi domba penghasil bulu semisal domba ini di Indonesia sendiri jumlahnya masih sedikit, terlebih jaik dibandingkan dengan populasi domba pengahasil bulu wol yang ada di luar negeri sperti negara belanda, amerika dan lainnya. Sebenarnya pakaian yang berbahan dasar kain wol sendiri harganya cukup tinggi dan biasanya jenis kain wol sendiri pangsa pasarnya adalah kalangan menengah keatas.

Keunggulan yang Dimiliki oleh Domba Texel

Domba Texel ini memiliki keunggulan dalam produksi daging dan bulu, akan tetapi di Indonesia domba ini baru cocok dibudidayakan sebagai domba potong yang diambil manfaat dagingnya. Domba dewasa jantan dapat memiliki bobot antara 100 kg, sementara yang betina dapat mencapai bobot antara 80 kg. Dengan hasil karkas mencapai 55 % dari bobot hidupnya. Jika pemeliharaan diterapkan dengan sistem yang intensif, maka domba dapat mencapai penambahan bobot antara 265 gr hingga 285 gr/hari. Dengan jumlah persentase karkas diatas rata-rata domba lokal, dan kualitas dagingnya yang cukup bagus, maka domba ini cocok sebagai domba pedaging atau domba potong. Menurut informasinya domba ini populasinya semakin bertambah pada setiap tahunnya di dataran tinggi Dieng, akan tetapi jumlah dari domba ini sebenarnya belum diketahui secara pasti.

Usaha ternak

Dengan memelihara domba ini, khususnya masyarakat Dieng telah merasakan peningkatan perekonomian mereka. Walaupun sistem pemeliharaan domba Texel belum yang mereka lakukan belum sepenuhnya maksimal dan masih menggunakan sistem tradisional.

Jadi kesimpulannya domba texel ini sementara hannya cocok di budidayakan di yang bersuhu dingin, seperti pada habitat aslinya di negeri Belanda. Domba texel sangat bagus dibudidayakan sebagai domba pedaging dan sebenarnya domba ini merupakan domba penghasil bulu dengan kualitas yang baik juga, atau bisa dibilang domba ini adalah domba dwifungsi.

Jika Anda ingin memulai usaha ternak domba, dan secara kebetulan Anda yang tinggal dikawasan dataran tinggi yang bersuhu dingin, maka Anda dapat mencoba beternak domba texel. Namun jika tidak, maka anda dapat mencoba beternak domba selain domba texel, dan masih ada beberapa jenis domba lain yang berpotensi sebagai domba pedaging atau domba yang diambil manfaat dagingnya, seperti halnya, domba garut, domba ekor gemuk, domba ekor tipis, domba merino, domba suffolk, domba waringin dan mungkin masih ada lagi yang lainnya.

Usaha peternakan

Demikian tadi informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Domba Texel yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pengunjung jualansapi.com yang setia, terimakasih telah berkunjung dan membaca.

One Response

  1. ahmad ali mas'ud September 10, 2015 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terima Kasih atas kunjungan Anda.Ini adalah website review untuk jualan sapi atau jual sapi online ,jual kambing dan hal hal yang berhungan dengan usaha peternakan hewan
error: Content is protected !!