Beternak Domba – Rahasia Sukses Dalam Beternak Domba

Beternak Domba dapat dijadikan sebagai suatu usaha yang bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi pelakunya. Dengan sistem pengelolaan yang baik dan benar akan menghasilkan produksi domba sesuai yang di inginkan. Namun untuk bisa melakukan semua itu seorang pengusaha harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang baik dalam beternak domba, berbagai disiplin ilmu dan praktik lapangan tentang ilmu beternak domba akan sangat berguna untuk menjalankan usaha beternak domba. Disamping bekal ilmu dan keterampilan usaha beternak domba juga tidak akan terwujud tanpa adanya modal dan tempat usaha yang memadai.

Bisnis-peternakan domba

Sekitar Tentang Usaha Beternak Domba

Sejak zaman dahulu kala manusia telah melakukan kegiatan beternak domba dan masih terus berlangsung hingga masa sekarang ini. Kegiatan beternak domba kebanyakan dilakukan masyarakat hanya sebagai kegiatan sampingan saja serta untuk dijadikan sebagai tabungan di kala ada kebutuhan tertentu barulah domba ternak mereka dijual atau digunakan. Domba Telah dikenal manusia sejak zaman dahulu, dan diperkirakan bahwa domba yang ada saat ini adalah hasil domestikasi oleh manusia dan merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis domba.Menurut sejarah, domba diturunkan dari 3 jenis domba liar, diantaranya adalah domba Mouflon (Ovis musimon) yang berasal dari Eropa Selatan dan juga ada yang berasal dari Asia Kecil, kemudian domba Argali (Ovis amon) yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan yang terakhir adalah domba Urial (Ovis vignei) yang berasal dari daerah Asia.

Tempat beternak domba yang telah dianggap sebagai sentra-nya di Indonesia adalah berada di daerah Aceh dan daerah Sumatra Utara. Pada tahun 1993 di Aceh telah tercatat sekitar 106 ribu ekor populasi domba da disana, dan sekitar 95 ribu ekor populasi domba yang di ternak-kan berada si daerah Sumatera Utara. Berdasarkan data dari Puslit Tanah dan Agroklimat Deptan tahun 1979 Lahan yang digunakan untuk beternak domba di daerah Aceh, adalah seluas 5,5 juta hektar, dan sekitar 7 juta hektar luas lahan yang digunakan dalam beternak domba di Sumatera Utara.

Di Indonesia sendiri sudah ada bebrapa jenis domba yang telah banyak digunakan dalam usaha beternak domba, dintara jenis domba yang ada di Indonesia adalah domba kampung, domba garut atau disebut juga sebagai domba pariangan, ada lagi domba ekor gemuk dan domba ekor tipis.

Dari usaha beternak domba dapat diambil beberapa manfaat diantaranya domba dapat diambil manfaat daging, bulu dan juga susunya. Untuk di Indonesia sendiri beternak domba untuk mengambil manfaat susu dan bulunya belum begitu memasyarakat, melainkan biasanya beternak domba hanya bertujuan untuk mengambil manfaat dagingnya saja.

Pedoman Teknis Dalam Beternak Domba Yang Perlu Diperhatikan

Dalam usaha beternak domba untuk mendapatkan hasil produksi yang berkualitas maka sebaiknya mengikuti pedoman atau cara beternak domba yang sudah teruji keberhasilannya, berikut adalah beberapa pedoman dalam usaha beternak domba yang dapat anda terapkan untuk usaha beternak domba.

Penyediaan Sarana dan Peralatan

Hal pertama yang haru dipersiapkan dalam usaha beternak domba adalah kandang domba, adapun kandang domba perlu memnuhi bebrapa syarat antara lain seperti:

  • Kandang terbuat dari bahan yang kuat dan cukup kuat menahan gerakan domba, sehingga kandang domba dapat digunakan dalam kurun waktu yang lama.
  • Sesuaikan dimensi kandang dengan ukuran domba yang akan diternak.
  • Kandang harus bersih dan mendapat sinar matahari langsung pada pagi hari.
  • Kandang domba harus mempunyai cukup saluran udara dan sebaiknya kandang domba berbentuk panggung dengan ketinggian tertentu guna menghindari kemungkinan hama pemangsa
  • Usahakan Atap kandang terbuat dari bahan yang dapat menahan terik panas matahari, bisa terbuat dari bahan yang ringan misalnya dari daun rumbia.

Perlunya membagi Kandang domba menjadi beberapa bagian sesuai dengan fungsinya mislnya:

  • Ruang Kandang Utama = digunakan untuk indukan, dan tempat penggemukan domba. perlu diperhatikan bahwa seekor domba membutuhkan ruang kandang seluas 1 x 1 m persegi.
  • Ruang Kandang Indukan dan Anakan = digunakan sebagai tempat induk yg sedang menyusui anaknya, biasanya dalam waktu 3 bulan seekor induk menyusui anaknya. biasanya sekor induk domba membutuhkaan ruang kandang seluar 1,5 x 1 m persegi sedangkan untuk anak domba membutuhkan ruang kandang seluas 0,75 x 1 m persegi.
  • Ruang Kandang Domba Pejantan = digunakan sebagai tempat domba pejantan seluas 2 x 1,5 m persegi.

Kandang domba yang baik disertakan pula kelengkapan pendukung seperti halnya tempat pakan dan tempat minum domba, tersedia tempat penampung kotoran domba, tersedia lahan umbaran yang digunakan ketika kandang domba sedang di bersihkan.

budidaya ternak kambing

 

Penyiapan Bibit Domba

Dalam beternak domba adalah hal yang utama disini yaitu menyiapkan bibit domba unggul. Dimana domba bibit unggul adalah domba yang sehat dan tidak mengalami sakit atau terserang penyakit, mempunyai kondisi fisik yang lengkap dan normal atau tidak cacat, gerakannya lincah dan aktif, berasal dari keturunan domba unggul yang persentase kelahirannya tinggi, pertumbuhannya cepat, serta memiliki persentase daging yang tinggi. Bibit domba unggul sangat menentukan keberhasilan dalam usaha beternak domba.

Pemilihan Calon Induk dan Pejantan domba Untuk Usaha Beternak Kambing

  • Calon Induk domba = berumur 1,5 s/d 2 tahun, tidak memiliki cacat dan sehat, bentuk fisik yang baik dan normal, serta memiliki tingkat birahi yang tinggi.
  • Calon Pejantan = berumur 1,5 s/d 2 tahun, tidak terdapat cacat dan sehat, merupakan keturunan dari induk yang bersifat prolifik atau induk sering melahirkan anak kembar, mempunyai buah zakar yang simetri atau sama besar dan tidak serta alat kelamin-nya normal, lincah, serta pertumbuhannya baik dan cepat.

Ternak domba garut super

Reproduksi dan Masa Perkawinan Domba

Seorang peternak dalam beternak domba harus mengerti tentang pengelolaan reproduksi dan perkawinan domba, agar perkawinan domba tepat waktu dan terencana dengan baik.

Ketika domba sudah mencapai usia antara 6 s/d 8 bulan, umumnya domba baik pejantan maupun betina keduanya sudah memasuki usia dewasa kelamin domba, yang memungkinkan seekor domba akan memulai masa perkawinan yang pertama.

Selanjutnya ketika domba sudah mencapai usia antara 10 s/d 12 bulan, maka masaini domba sudah mencapai usia dewasa fisik atau tubuh. Yang selebihnya domba sudah benar-benar siap untuk dikawinkan. Pada masa ini perlu diketahui adalah perkawinan domba akan berhasil ketika kedua domba betina dan jantan dalam kondisi birahi.

Proses Kelahiran Anak Domba

Masa bunting bagi domba pada umumnya adalah 150 hari atau sekitar 5 bulan lamanya. Sebaiknya persiapkan kandang ketika anak kambing sudah mau dilahirkan. Kandang  harus dalam kondisi kering dan bersih, usahakan menyediakan alas seperti jerami kering atau bahkan karung goni bila memungkinkan. Jangan lupa sediakan obat luka seperti yodium yang akan dipergunakan untuk mengobati luka potongan tali pusar anak kambing agar segera kering.

Induk domba yang akan segera melahirkan dapat diketahui dari tanda-tandanya sebagai berikut:

  • Perut menurun dan pinggul mengendur.
  • Alat kelamin domba betina membesar serta kemerah-merahan  dan terlihat basah.
  • Buang urin lebih sering.
  • Ambing susu membesar dan apabila puting susu di pencet akan mengeluarkan kolostrum.
  • Induk domba terlihat gelisah dan banyak mengembik sserta nafsu makannya turun.

 

Pemeliharaan Domba

Melakukan Tindakan Preventif atau Pencegahan dalam Beternak Domba

Dalam beternak domba, Kebersihan kadang dan lingkungannya harus dijaga, peralatan kandang juga perlu untuk dibersihkan seperti tempat makan dan tempat minum domba. Kondisi kandang, lingkungan serta peralatan kandang yang kotor senantiasa akan memicu tumbuhnya bibit penyakit yang akan dapat mengancam kesehatan ternak domba, oleh karenanya tindakan preventif ini perlu dilakukan dalam beternak domba.

Bisnis budidaya

Pengontrolan Terhadap Penyakit Dalam Beternak Domba

Lakukan karantina dan pengobatan segera pada domba yang sakit, dan bila perlu domba yang sehat diberikan vaksinasi untuk pencegahan tertular-nya penyakit. Hal ini sangat penting untuk dilakukan dalam upaya menjaga kelangsungan usaha beternak domba.

Perawatan Terhadap Ternak Domba

Domba yang tengah bunting berikan kandang ruang kandang tersendiri, hal ini untuk memberikan ruang gerak khusus pada induk domba dan agar tidak terganggu oleh domba yang lain yang kemungkinan akan membahayakan calon anak domba yang masih dalam kandungan induknya. Setelah lahir anak domba segera bersihkan dan beri susu buatan apabila induk belum mau menyusui.  Setelah anak kambing atau cempe sudah disapih, berikan pakan yang terseleksi dan berkualitas baik.

Perawatan Ternak Domba Dewasa

Perlunya memandikan hewan dalam beternak domba secara rutin, dalam waktu minimal seminggu sekali pada pagi hari, perlunya pada siang atau sore harinya ternak domba sudah dalam keadaan kering dan bersih. Lakukan penjemuran dibawah terik matahari setelah melakukan pemandian terhadap ternak domba.

Mencukur Bulu Domba

Pencukuran bulu domba dapat dilakukan dengan menggunakan gunting atau lt pencukur khusus.. Lakukan pencukuran 6 bulan sekali. Pada setiap kali pencukuran sisakan bulu dengan ketebalan antara 0.5 cm, dan mandikan domba sebelum melakukan pencukuran bulu. ikat semua kaki domba agar tidak lari saat di cukur, mulailah mencukur dari arah perut domba dan gerakan sejajar dengan punggung.

Perlunya Memotong Kuku Domba

Dalam beternak domba, memotong dan merawat kuku domba adalah juga hal yang penting untuk dilkukan. Lakukan pemotongan kuku domba setidaknya 4 bulan sekali, dalam memotong bisa menggunakan alat bantu seperti golok, pisau kuku, pahat kayu bahkan gunting.

Pengelolaan Kandang Domba

Dalam beternak domba hal penting terhadap kandang adalah, menjaga kebersihan kandang domba, membuang kotoran, membersihkan sekitar kandang dan melakukan penyemprotan disinfektan adalah penting dilakukan guna memutus mata rantai penyakit yang akan membahayakan ternak domba, dan menjaga agar domba ternak senantiasa sehat.

Pemberian Vaksin dan Obat Terhadap Domba

Vaksinasi bisa dilakukan dengan jalan penyuntikan pada tubuh domba. Vaksinasi dilakukan setidaknya 6 bulan sekali. Vaksinasi dilakukan apabila anak domba sudah mencapai usia minimal 1 tahun dan dapat diulangi lagi ketika sudah berusia 2 bilan atau 3 bulan. Biasanya pemberian vaksinasi berupa Serum anti anthrax, vaksin Spora (Max Sterne), vaksin AE, & Vaksin SE (Septichaemia Epizootica).

Artikel ini berlanjut ke sesi berikutnya, dan apabila anda ingin melanjutkannya maka anda bisa membacanya di Rahasia Sukses Dalam Beternak Domba bagian 2.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terima Kasih atas kunjungan Anda.Ini adalah website review untuk jualan sapi atau jual sapi online ,jual kambing dan hal hal yang berhungan dengan usaha peternakan hewan
error: Content is protected !!